AKSESNEWS.COM, SOFIFI – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dan HUT ke-80 PGRI di Sofifi menjadi panggung penegasan ulang persoalan fundamental pendidikan di Maluku Utara.
Upacara yang berlangsung di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Maluku Utara Serly Tjoanda menyoroti langsung problem kesejahteraan guru sekaligus komitmen memperbaikinya.
Saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, Serly menegaskan bahwa tema HGN tahun ini “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, berkaitan erat dengan tantangan yang masih membayangi profesi guru. Di antaranya ketimpangan distribusi guru, status kepegawaian yang berlarut, hingga tunjangan profesi yang tidak selalu dibayarkan tepat waktu.
“Kondisi ini mengganggu fokus utama guru adalah mengajar,” ujar Mu’ti dalam sambutannya.
Pemerintah pusat tengah memfinalisasi Sentralisasi Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan, kebijakan yang digadang sebagai titik balik tata kelola pendidikan nasional. Sentralisasi tersebut nantinya akan mengatur pembayaran tunjangan secara seragam dan tepat waktu, penataan distribusi guru termasuk untuk wilayah 3T, serta penyelesaian status honorer.
Selain itu, Kemendikdasmen menyiapkan program Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan mutu vokasi melalui perluasan Pusat Keunggulan, serta distribusi buku bacaan bagi sekolah dengan tingkat literasi rendah. Penggunaan perangkat digital seperti smartboard juga didorong sebagai standar baru pembelajaran.
Usai sambutan Menteri, Serly Tjoanda menyampaikan pernyataan khusus mengenai nasib tenaga pendidik di Maluku Utara. Ia mengakui masih ada pekerjaan besar di daerah, terutama terkait kesejahteraan guru honorer dan akses beasiswa.
“Saya meminta maaf karena kesejahteraan guru belum maksimal. Pemerintah provinsi sedang menyiapkan skema penambahan kuota beasiswa dan peningkatan nilai bantuan bagi guru honorer,” kata Serly.
“Saya meminta maaf karena kesejahteraan guru belum maksimal. Pemerintah provinsi sedang menyiapkan skema penambahan kuota beasiswa dan peningkatan nilai bantuan bagi guru honorer,” kata Serly.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah menyerahkan penghargaan kepada guru berprestasi serta sejumlah perguruan tinggi yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, termasuk Universitas Khairun, Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Nuku, dan Universitas Halmahera.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2025 kepada para mahasiswa penerima.
Serly menegaskan kembali bahwa peningkatan kualitas guru juga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Pendidikan tidak mungkin maju tanpa guru. Terima kasih atas dedikasi yang terus dijaga,” ujarnya. (*)



















Discussion about this post