AKSESNEWS.COM, TERNATE — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi industri perikanan di wilayah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate sebagai langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Maluku Utara.
Hal itu disampaikan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Sri Haryanti Hatari melalui Seminar Penyusunan Dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) sektor hilirisasi industri perikanan terintegrasi yang digelar di Batik Hotel Ternate, Rabu (5/11/2025) kemarin.
Dalam sambutannya, Gubernur, Sri Haryanti Hatari menyebutkan bahwa Maluku Utara merupakan daerah maritim yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan dengan potensi lestari mencapai 1000.000 ton lebih per tahun, namun baru dimanfaatkan sekitar 29 persen. Ia menilai, potensi besar tersebut perlu dioptimalkan melalui industrialisasi yang berkelanjutan dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Tantangan terbesar kita bukan sekadar menangkap ikan, tetapi bagaimana mengelola dan mengolah hasil laut agar memiliki nilai tambah tinggi. Kita harus menjadi pemain utama dalam rantai nilai global industri perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan PPN Ternate memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik dan pusat pengolahan industri perikanan di kawasan timur Indonesia. Karena itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat integrasi industri perikanan terpadu, mulai dari penyediaan bahan baku, sistem cold chain, hingga pemasaran produk olahan.
Lebih lanjut, Sri Haryanti menjelaskan bahwa penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) menjadi langkah penting dalam menarik minat investor. Dokumen tersebut, katanya, bukan sekadar proposal, tetapi merupakan paket investasi yang komprehensif, terstruktur, dan bankable.
“Investor memerlukan kepastian dan kejelasan. Melalui dokumen IPRO, kita ingin menunjukkan bahwa Maluku Utara adalah lahan yang subur bagi investasi industri perikanan. Dokumen ini sudah disertai kajian kelayakan, analisis pasar, skema bisnis, dan dukungan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif yang proporsional, serta menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik, dari sekadar berbicara tentang potensi menjadi aksi nyata industrialisasi perikanan yang berkelanjutan,” tegas Gubernur.
Seminar ini dihadiri oleh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate, Pimpinan PPN Ternate, instansi vertikal, akademisi, narasumber, serta pelaku usaha. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menyusun strategi promosi investasi daerah yang lebih terarah dan siap ditawarkan kepada calon investor. (Adi)




















Discussion about this post