AKSESNEWS.COM, HALTENG – Di tengah keterbatasan dan kebutuhan pembangunan desa, warga Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, menyampaikan langsung harapan mereka kepada wakil rakyat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan reses yang digelar di Desa Loleo itu dibuka oleh Kepala Desa Loleo, Ikbal Mahmud. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPRD Provinsi Maluku Utara yang dinilai memberi ruang bagi masyarakat desa untuk menyuarakan kebutuhan secara langsung.
“Dari sekian banyak desa di Halmahera Tengah, Desa Loleo menjadi salah satu titik reses. Kami berharap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti dan dibahas untuk program pembangunan tahun 2027,” ujar Ikbal.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Afif S. Sangaji, menjelaskan bahwa reses merupakan agenda tahunan DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi dan kebutuhan riil di lapangan.
Dalam dialog terbuka bersama warga, Muhammad Afif S. Sangaji memaparkan mekanisme pengusulan program, mitra kerja komisi, serta pengelolaan anggaran pokok pikiran (pokir).
Ia menegaskan bahwa setiap usulan akan dikaji sesuai kewenangan pemerintah provinsi dan kemampuan anggaran.
Warga Desa Loleo kemudian menyampaikan lima aspirasi utama, mulai dari bantuan seragam siswa TPQ, pengembangan sarana dan prasarana objek wisata desa, pengadaan dua unit tenda dan kursi desa, bantuan alat pembuatan roti, hingga pengadaan mesin parut untuk menunjang usaha ekonomi masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengadaan dua unit tenda dan 150 kursi plastik untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di desa.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis dan partisipatif. Seluruh aspirasi masyarakat Desa Loleo dicatat untuk menjadi bahan pembahasan lanjutan DPRD Provinsi Maluku Utara dalam perencanaan pembangunan daerah. (*)



















Discussion about this post