AKSESNEWS.COM, TERNATE — Di tengah arus perubahan sosial yang kian cepat dan tantangan ideologi yang semakin kompleks, penguatan kepemimpinan pemuda berbasis nilai moderasi menjadi kebutuhan mendesak. Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) V Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu upaya strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Mewakili Wakil Gubernur Maluku Utara, Staf Ahli Fachrudin Tukuboya menegaskan bahwa Ansor bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan ruang kaderisasi ideologis yang berperan penting menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
“Ansor memiliki modal ideologis yang kuat melalui Ahlussunnah wal Jama’ah. Nilai moderasi, toleransi, dan keadilan inilah yang membuat Ansor tetap relevan dan dibutuhkan dalam menjaga kohesi sosial,” kata Fachrudin saat membuka PKL V di Asrama Haji Ternate, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, tantangan terbesar pemuda hari ini bukan hanya persoalan ekonomi dan lapangan kerja, tetapi juga derasnya informasi yang kerap memicu polarisasi, penyebaran hoaks, hingga menguatnya paham-paham ekstrem. Dalam konteks ini, kader Ansor dituntut tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga cakap secara intelektual dan sosial.
Ia menekankan bahwa transformasi kader merupakan keniscayaan. Transformasi tersebut, lanjut Fachrudin, tidak berarti meninggalkan tradisi atau identitas Aswaja, melainkan mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kader Ansor harus bergerak dari sekadar mengikuti arus menjadi penentu arah. Berilmu, kritis, dan memiliki keberanian moral untuk berdiri di garis tengah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata Fachrudin, mendorong kader Ansor agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan aktif hadir di ruang-ruang strategis, mulai dari ruang digital, ekonomi umat, hingga advokasi sosial. Kehadiran Ansor di ruang-ruang tersebut dinilai penting agar organisasi tidak terlepas dari problem nyata masyarakat.
PKL V GP Ansor Maluku Utara Tahun 2025 ini diikuti oleh kader-kader terpilih dari berbagai daerah di Maluku Utara. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperdalam wawasan keislaman Aswaja, serta menajamkan perspektif kebangsaan dan sosial.
Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan apresiasi terhadap GP Ansor yang konsisten membangun kualitas sumber daya manusia pemuda melalui kaderisasi berjenjang dan berkelanjutan.
Dengan penguatan kader yang moderat, adaptif, dan berwawasan kebangsaan, GP Ansor diharapkan terus berkontribusi menjaga harmoni sosial serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan dan stabilitas daerah. (red)


















Discussion about this post