SOFIFI — Pelabuhan Laut Sofifi kembali menjadi titik pemantauan utama di hari kedua Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2025. Personel Polda Maluku Utara melakukan penyisiran sejak pagi hingga sore untuk mendeteksi potensi peredaran miras, narkoba, praktik perjudian, prostitusi, hingga aksi pencurian.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan area kedatangan dan keberangkatan, pengecekan ruang tunggu, serta pemantauan aktivitas penumpang yang keluar masuk pelabuhan.
Tim di bawah komando IPTU Wahyudin memfokuskan operasi pada titik-titik yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan saat aktivitas penumpang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Bambang Suharyono, patroli ketat di hari kedua ini diarahkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Ia menegaskan pentingnya laporan masyarakat terhadap aktivitas yang mencurigakan di wilayah pelabuhan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Operasi Pekat 2025 masih akan berlanjut dengan pola pengawasan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pelabuhan Sofifi tetap menjadi salah satu prioritas karena tingginya mobilitas penumpang dan potensi masuknya barang maupun aktivitas ilegal. (Adi)


















Discussion about this post