oleh

PLN Berhasil Selesaikan 11 Proyek Listrik Skala Besar di Papua dan Maluku


AKSESNEWS.COM, JAYAPURA – PT PLN (Persero) terus meningkatkan keandalan listrik di Papua dan Maluku dengan merampungkan 11 pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan selama pandemi Covid-19.

Meski beberapa kali sempat terhalang penyekatan akses keluar masuk di banyak kabupaten dan kota semenjak pandemi tahun 2020, hal tersebut tidak menyurutkan giat pembangunan listrik di wilayah Indonesia bagian timur yang terus meningkat di atas rata-rata nasional.

Secara nasional, sejak 2017 pertumbuhan kapasitas terpasang pembangkit meningkat 15 persen menjadi 64,2 Giga Watt (GW). Rata-rata pertumbuhan nasional tersebut masih lebih rendah daripada pertumbuhan kapasitas terpasang pembangkit di wilayah Indonesia timur, yakni Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 36 persen dan Nusa Tenggara yang tumbuh 48 persen untuk wilayah Maluku dan Papua saja hingga akhir tahun ini telah mencapai 1,3 GW.



Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, menyampaikan peningkatan keandalan listrik Indonesia timur dibarengi dengan tujuan untuk menumbuhkan tingkat perekonomian daerah.

“PLN memprioritaskan listrik di Indonesia timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beroperasinya sistem kelistrikan tegangan tinggi sejak 2015 di Jayapura dan Ambon menandai kebangkitan semangat energi berkeadilan di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), ”ujar Wiluyo.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua, Reisal Rimtahi Hasoloan, mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19 sebagian besar proyek yang diselesaikan adalah pembangunan jaringan. “Proyek-proyek skala besar yang kami selesaikan di kala pandemi tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku. Beberapa di antaranya digunakan untuk menunjang penyelenggaraan PON XX beberapa waktu yang lalu, ”kata Reisal.

Proyek yang dituntaskan adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) sepanjang 60,7 kilometer sirkuit (kms) dan Gardu Induk (GI) dengan kapasitas 420 Mega Volt Ampere (MVA). Termasuk di dalamnya yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 28,9 Mega Watt (MW), dimana 20 MW di antaranya berlokasi di Merauke yang menjadi klaster penyelenggaraan PON XX.

“Dengan meningkatnya keandalan listrik di Papua dan Maluku, tentu kami harapkan ini dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di wilayah timur Indonesia, ”tambah Reisal.

Menjelang pergantian tahun, Reisal mengutarakan bahwa di tahun 2022 pihaknya menargetkan penyelesaian 3 pembangkit, 4 SUTT dan 5 gardu induk.

“Tahun depan, kami menetapkan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 26 MW, SUTT sepanjang 520 kms, dan gardu induk sebesar 140 MVA di Provinsi Papua, Maluku, dan Maluku Utara. Sehingga kami dapat terus mempertahankan tren positif peningkatan keandalan infrastruktur kelistrikan di Indonesia bagian timur ini, ”tutup Reisal. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Susunan Berita