oleh

Reses di Kelurahan Salahudin, Sofyan Daud Fokus Pengembangan UMKM


AKSESNEWS.COM, TERNATE –Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, M. Sofyan Daud mengelar reses di Kelurahan Salahudin, Rabu (21/9/22) malam. Ini merupakan reses kedua yang dilaksanakan di Kotak Ternate.

Kegiatan reses yang dilaksanakan di kelurahan Salahudin, tepatnya di kompleks Skep Pohon Amo ini, dihadiri oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tokoh Agama, Perwakilan Pemuda dan masyarakat Kelurahan Salahudin.

Dikesempatan itu, Sofyan Daud didampingi oleh beberapa orang pegawai Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Utara dan beberapa kerabat terdekatnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Salahudin, Suaib Syamsudin mewakili pemerintah kelurahan mengucapkan selamat datang, dan terimakasih karena telah memilih Kelurahan Salahudin sebagai perwakilan dari seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Dikesempatan itu, Sofyan Daud menyampaikan bahwa reses memang sudah menjadi peristiwa yang biasa. Meski begitu, setiap orang sudah pasti dalam melakukan reses dengan caranya sendiri.

“Saya secara pribadi, pertama memilih forum pertemuan seperti malam karena rakyat, masyarakat dan tokoh masyarakat menjadi audience utama, dan pemerintah kelurahan hadir untuk memberikan legitimasi, “kata Sofyan Daud.

Ia menjelaskan, reses ini merupakan mekanisme atau yang dikenal dengan istilah jaring Asmara atau penjaringan aspirasi masyarakat. Kegiatan ini sebenarnya untuk mengantisipasi menyampaikan aspirasi kepada saya sebagai anggota DPRD yang mewakili dapil 1 Kota Ternate dan Halmahera Barat.

Olehnya itu, saya berharap agar aspirasi yang disampaikan adalah masalah yang sifatnya penting dan itu berkaitan dengan kepentingan umum yang mungkin pernah dibahas atau di usul melalui Musrembang dan belum terealisasi, kemiskinan siapa tahu melalui form ini dapat ditindaklanjuti, “ujar Sofyan.

Sementara, Perwakilan tokoh Pemuda Rudi Arif Kasim mewakili pemuda Salahudin menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi masyarakat Kelurahan Salahudin yakni, usaha para pelaku UMKM yang berkaitan dengan lebel usah yang membuat produk kita kalah dengan daerah lain.

Disampaikan, dikelurahan ini terdapat kelompok usaha, namun sola lebe tersebut terasa dipersulit, Karen itu diharapkan untuk usaha UMKM perlu untuk didorong.

Selain itu, kami juga berharap adanya penambahan alat angkut transportasi untuk mengangkat sampah yang ada di Kelurahan Salahudin, “ungkapnya.

Dengan usulan yang tak berbeda, perwakilan Ibu-ibu juga mengusulkan untuk setidaknya ada lokasi dan peralatan untuk tempat usaha kecil dan menengah di Kelurahan Salahudin, hal diperlukan untuk peningkatan pendapatan para ibu -ibu pelaku usaha.

Menanggapi aspirasi masyarakat,
Sofyan Daud menjelaskan dari tiga penyampaian masyarakat ada tiga poin penting yakni terkait dengan bagaimana mengatasi masalah UMKM.

Soal masalah tersebut, Sofyan bilang, kita memang sudah harus berfikir untuk mengkonsolidasikan. Meski begitu, kita harus atur terlebih dahulu untuk rembuk bersama dengan para ibu-ibu yang menjadi penggerak UMKM. “Ini yang penting”.

Sebab, saya juga sering di undang menjadi narasumber pada kegiatan UMKM, dalam pertemuan tersebut saya pernah menyampaikan bahwa UMKM kita di Kota Ternate, dengan masalah pertama adalah oras-oras dengan maksud kadang ada dan kadang juga tidak ada.

Kedua, kebanyakan dari para pelaku usaha sering tidak menjaga kualitas brand atau juga kadang buat produk kadang juga tidak, berbeda dengan orang yang jual sedikit tapi ada setiap hari saat dibutuhkan oleh konsumen.

Olehnya itu, hal utama yang dilakukan pertama adalah pelaku usaha harus menjaga kualitas usaha dan brand produk untuk tidak boleh diganti-ganti dengan menjaga konsistensi, “saran Sofyan.

Kemudian terkait soal bantuan, Sofya bilang, ada pelaku usaha yang siap dan tidak siap untuk menerima bantuan. Dimana, sampai saat ini ada banyak orang yang bisa dikatakan tidak siap menerima bantuan.

Lanjut Sofyan mencontohkan, jika bantuan mesin diberikan secara pribadi, kemudian yang jadi pertanyaan adalah apakah beban listrik dirumah mencukupi atau tidak. Apalagi dengan beban listrik yang begitu besar, “ucapnya Sofyan mencontohkan.

Olehnya itu, untuk mejadi usulan yang lebih pasti terkait dengan usulan pelaku UMKM di Kelurahan Salahudin, Sofyan Daud berjanji setelah ini dirinya akan balik untuk berdiskusi bersama ibu -ibu yang ada di Kelurahan Salahudin, “pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Susunan Berita