oleh

Patut diingat, Ini Pesan Ketua PGRI Halteng saat Khutbah di Masjid Raya Halteng


AKSESNEWS.COM, WEDA – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Rusli B.M Dji Husin menyempatkan diri menyampaikan khutbah Jum’at di masjid Raya Darusallam, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Jum’at (01/10/21).

Dalam khutbah yang berjudul dunia sebagai tempat persinggahan tersebut Rusli mengingatkan kepada seluruh jamaah bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah selamanya.

“Kita harus mempunyai keyakinan dan kesadaran yang kuat, bahwa kita hanya orang asing yang pasti segera meninggalkan tempat ini, atau sekedar penyeberang jalan yang tak mungkin berhenti ditengah jalan karena bukan di sini tujuan akhirnya, hidup yang sesungguhnya bukan kehidupan dunia yang fana ini tetapi kehidupan yang sebenar adalah kehidupan di Akhirat nanti,” kata Rusli.

Dikatakannya, hal itu sesuai dengan Al-Our’an surat Al-Ankabut ayat 64 Allah SWT berfirman yang artinya: Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.

“Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa, sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, disanalah surga Allah menanti bagi orang yang benar-benar dalam hidupnya selalu mentaati perintah dan larangan Allah, yang dijelaskan dalam Al-Our’an maupun Hadits Rasulullah Saw. Maka membutuhkan suatu keimanan yang kokoh,” jelasnya.

Dijelaskan, bahwa untuk membuktikan apa yang dijanjikan Allah itu benar, baik itu di dunia maupun di akhirat nanti, maka membutuhkan suatu kerja keras yang sungguh-sungguh bahwa hidup dan mati hanya untuk Allah, sehingga setiap kita melaksanakan shalat selalu kita lafatkan innashalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil’alamin.

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, ku serahkan kepada Allah pemelihara semesta alam, untuk itu jadikanlah dunia ini sebagai dua Majelis saja, yaitu majelis yang mencari sesuatu yang halal dan majelis untuk mencari kebahagiaan akhirat,” ujar ketua FKUB Halteng ini.

lebih lanjut, Rusli juga menambahkan bahwa aktifitas hari ini harus selalu berorientasi Akhirat, kegiatan hari ini harus bertujuan pada setelah kematian, setiap langkah bahkan niat kita harus bias menjadi bekal pada hari nanti, bersikaplah untuk menyelamatkan diri dari siksa kubur dan masa melelahkan di Mahsyar harus kita usahakan sejak hari ini, amal ibadah apa saja yang dijamin oleh Allah SWT. Dan Rasul-Nya bias melindungi kita dari siksa dan menghilangkan kegundahan panjang di Padang Mahsyar harus segera dikerjakan.

“Kalau Nabi katakan Shalat dan Al-Our’an menjadi Syafaat kelak bagi yang mengerjakannya maka segeralah shalat dan ambil Al-Our’an untuk kita baca. Kalau Nabi Sabdakan agar berlindung dari neraka walau hanya dengan sebiji Kurma maka bersegeralahlah mengeluarkan harta untuk di Infagkan di jalan Allah, kalau Nabi sampaikan orang yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Allah akan dijaga Allah SWT.

Maka mengapa harus ada kata: “Nikmatilah mumpung masih muda” kata dengan makna yang negatif, kalau Nabi telah uraikan bahwa mereka yang hatinya selalu berada di Masjid akan dilindungi Allah SWT saat yang lain tidak mendapat perlindungan, maka mari penuhi masjid-masjid yang kini mulai tidak laku dikalangan generasi, Kalau Nabi Bersabda Mereka yang bersama dalam ikatan kasih sayang karena Allah akan dilindungi, kenapa kita tidak berkasih sayang karena Allah SWT.

Bertemu dan berpisah karena-Nya, kalau Nabi sampaikan yang menangis sendirian saat sedang bermunajat dan berzikir kepada Allah SWT. Akan dilindungi, sisahkanlah dari malam indah kita untuk menyendiri dengan-Nya, mengakui kesalahan dan kekerdilan diri dihadapan Keagungan-Nya, mohon ampun atas dosa yang tak terkira banyaknya,” ajak Rusli.

Untuk itu tambah Rusli, jama’ah jumat, kita hendaknya bercermin dan menanyakan kepada diri sendiri, sampai dimanakah amal-amal yang pernah kita lakukan..? Sudahkah kita berbuat baik dan bijak untuk diri sendiri dan masyarakat..? Kalau kebetulan kita hidup dalam keadaan serba kecukupan atau kaya, sudahkan kita mendermakan sebagian harta itu kepada Fakir Miskin, menyantuni anak-anak yatim piatu, atau membelanjakan di jalan Allah, apabila kita seorang pejabat sudahkah jabatan itu kita gunakan untuk kepentingan dijalan Allah,berapa jam setiap bari kita memberikan pelajaran di sekolah-sekolah umum, Madrasah, Masjid atau Majelis-majelis Ta’lim..? dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang harus kita ajukan terhadap diri sendiri, yang selanjutnya kita harus segera menjawabnya dengan amal-amal nyata.

Dan jika, tambah Rusli, apabila kita sudah benar-benar mengerjakan amal-amal saleh, berbuat dan memberikan kebaikan serta kebajikan tentu itu semu akan mendapatkan balasan lebih dari sisi Allah SWT.

“Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun,” tutur Rusli, membacakan arti dari Surat An-Nisa ayat 124.

Dijelaskan bahwa dari ayat tadi kita dapat mengambil pelajaran dari Allah bahwa perbuatan baik, amal saleh yang kita perbuat di dunia ini tidak saja memberikan pengaruh dalam kehidupan dunia semata, tapi akan bersambung sebagai jaminan kebahagiaan kita di akhirat nanti.

Alangkah besar Nikmat Allah kepada kita sekalian. Olehnya itu maka hendaknya menjadi dorongan bagi kita untuk lebih meningkatkan pemeliharaan terhadap iman sebab tanpa pemeliharaan yang baik, iman dapat berkurang, menipis dan akhirnya lenyap sama sekali, jika sudah demikian keadaan seseorang jelaslah semua perbuatan akan dipengaruhi oleh hawa nafsu belaka tanpa kendali dan lebih senang berbuat kejahatan, pelanggaran tehadap Allah, tidak mengikuti Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW, Akhirnya ia semakin jauh dari Allah maka semakin jauh pula dari Ampunan dan Rahmat Allah SWT dan hidupnya tidak tenang.

Dunia adalah lapangan kehidupan tempat ujian manusia untuk meraih kemenangan dan kesuksesan dan kehidupan manusia di dunia akan berujung dengan kematian, kemudian mereka akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di akhirat.

“Apalah artinya kesenangan dunia ini jika disambut diakhirat nanti dengan penderitaan yang panja maka memperbanyak lah menanam kebaikan amal saleh sehingga kita bias memetik di akhirat nanti . dalam hadits yang artinya : Dunia itu adalah sawah ladingnya akhirat,” pungkasnya.

Diakhir khutbah, Rusli mengajak agar saling membantu saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan, kita santuni anak-anak Yatim Piatu, kita Wakaf kan harta untuk pembangunan tempat-tempat ibadah dan pendidikan juga ikut melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang dapat memberikan manfaat sesama, kita hendak meyakini bahwa setiap kebaikan dan kebajikan adalah sadakah.

“Dan marilah kita membuka lembaran baru dengan saling bermaafan, hilangkan semua perbedaan yang menyebabkan perpecahan, mari kita bersatu dalam semangat keislaman membangun masa depan yang lebih baik, khususnya Weda dan Halmahera Tengah yang kita cintai, hanya amal shaleh yang dapat mengantarkan umat islam pada kesuksesan dan kemajuan, semoga negeri ini menjadi negeri yang Baldatan Tayyibah, “tutupnya. (DM)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Susunan Berita