oleh

Senin Depan, SMP 1 Kota Ternate Mulai Aktif Belajar

Ternate, Aksesnews.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan bahwa mulai aktif proses belajar mengajar secara tatap muka dilaksanakan pada Senin (16/08) pekan depan, setelah Dinas Pendidikan kota setempat kembali membuka sekolah untuk menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada Kamis (12/08) hari ini.

Kepala Sekolah SMP Negeri I Kota Ternate, Mustamin Hamzah saat dikonfirmasi mengatakan, Walaupun Pemkot Ternate melalui Dinas Pendidikan setempat telah membuka kembali sekolah di daerah ini untuk menggelar KBM secara tatap muka, setelah status zona Kota Ternate turun dari zona merah ke zona oranye penyebaran virus corona.

Namun, kata dia, pihaknya saat masih fokus untuk membersihkan halaman dan ruangan sekolah, sebelum melakukan kegiatan proses belajar mengajar, karena sebulan lebih sekolah ini tutup akibat Kota Ternate naik status menjadi zona merah penyebaran COVID-19.

“Jadi mulai hari ini hingga Sabtu (14/08) lusa kami masih membersihkan halaman dan ruangan sekolah dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan maupun siapkan tempat cuci tangan, sebelum melakukan proses belajar mengajar digelar. Hal ini sesuai surat edaran tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Ternate,”ujar Mustamin.

Ia menjelaskan, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Ternate, bahwa penerapan proses KBM yang digelar setiap sekolah di daerah ini, menggunakan system shift atau membatasi jumlah siswa setiap ruangan kelas itu 50 persen, hal ini dilakukan guna mengantisipasi menimbulkan terjadinya kerumunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Bahtiar Teng menyatakan Pemkot Ternate mengizinkan sekolah kembali untuk menggelar KBM secara tatap muka, setelah mendapatkan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri yang ditindak lanjuti oleh tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Ternate, terkait daerah sudah turun zona oranye penyebaran virus corona bisa melaksanakan proses KBM tatap muka, namun persyaratan yakni membatasi jumlah siswa atau system shift.

“Sekolah sudah Boleh digelar KBM tatap muka, tetapi harus memperhatikan protokol kesehatan, agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar,”kata Bahtiar.(cr/02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Susunan Berita