Peringati HKG PKK Ke – 49, Wagub Malut Minta Orang Tua Beri Perhatian Ekstra Untuk Anak-anak

Maluku Utara39 views

Wakil Gubernur Malut Ir. M. Al Yasin Ali menghadiri acara peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 sekaligus membuka kegiatan rapat kerja daerah (Rakerda) IV Tahun 2021. (Foto : Edo)


Aksesnews.com, Sofifi – Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Ir. M. Al Yasin Ali menghadiri acara peringati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-49 sekaligus membuka kegiatan rapat kerja daerah (Rakerda) IV Tahun 2021 yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Malut.



Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/9/21) di Aula Nuku Kantor Gubernur Sofifi, tampak hadir seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Malut, Kepala Badan/Dinas maupun biro terkait dilingkup provinsi, Ketua Dharma Wanita provinsi Malut dan para Narasumber.

“Saya mengucapkan Selamat atas HKG PKK ke-49, Insya Allah Ibu Bapak semuanya terus diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah penting ini. “Aamiin Ya Rabbal Alamin,”kata Wakil Gubernur Malut, Ir. M. Al Yasin Ali.

Dikesempatan itu, Wagub mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada para ibu-ibu yang berada di garis terdepan, yang bekerja dalam senyap, tak terlihat tapi nyata dampaknya, dan konkrit efeknya di masyarakat.

Menurutnya, Ibu-ibu memiliki peran yang instrumental dalam menjaga keluarga-keluarga kita, apalagi di masa pandemi setahun belakangan ini.

Lanjut Wagub, kita semua masih berada dalam suasana pandemi. Untuk itu, perlu saya pesankan beberapa hal relevan yang perlu menjadi perhatian diantaranya adalah masalah Stunting.

Stunting ini tidak hanya dialami oleh masyarakat di pedesaan atau tidak hanya dialami oleh masyarakat yang secara sosial ekonomi belum berkecukupan tapi dalam kenyataanya ditemukan di perkotaan, ditemukan juga pada keluarga yang berkecukupan.

Karena itu, penting bagi para orang tua untuk memiliki pengetahuan yang relevan dan memungkinkan bagi mereka untuk memberikan gizi yang baik bagi anak-anak. Mengapa di perkotaan banyak masalah stunting ? Salah satu sebabnya adalah karena banyak anak-anak di perkotaan tidak diasuh langsung oleh para orang tua.

“Saya mengajak dan meminta tolong kepada Ibu-Ibu TP PKK, Ibu-Ibu Desa Wisma mari kita sama-sama memberikan perhatian ekstra kepada urusan gizi ini, terutama pada masa pandemi ini, “pintanya.

Pada masa pandemi ini, kata Wagub, begitu banyak dari masyarakat yang kondisi perekonomiannya terganggu. Dan ketika kondisi perekonomiannya terganggu belum tentu asupan gizinya baik.



Untuk itu, perlu secara serius melakukan identifikasi atas anak-anak kita yang berada di wilayah kita yang memiliki masalah stunting yang harus dideteksi secara dini.

Dia bilang, ketika kita menghadapi krisis seperti pandemi, seringkali perhatian kita begitu besar pada suatu aspek sehingga ada aspek-aspek yang terlewatkan.

“Misalnya, perhatian kita begitu besar pada pencegahan perluasan Covid-19 tetapi perhatian kita pada penyakit-penyakit lain jadi berkurang, pada masalah gizi jadi berkurang, kasih sayang kepada anak menjadi berkurang, padahal anak-anak dan keluarga kita membutuhkan perhatian kita.

Dengan momentum peringatan HKG PKK ke-49 ini, kita memperingatkan diri kita masing-masing untuk memberikan perhatian ekstra terhadap anak-anak kita khususnya di kawasan-kawasan yang memiliki problem sosial ekonomi yang cukup tinggi.

Ketahanan di keluarga adalah kunci, dan diperlukan semua untuk terlibat dalam memastikan bahwa keluarga adalah keluarga yang tangguh, anak-anak yang tumbuh sehat dalam kasih sayang tanpa ada batas.

“Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Bapak semua, jaga stamina fisik, mental dan intelektual. Insya Allah ini dicatat sebagai amal sholeh bagi semuanya,”pungkasnya.

Sementara, Ketua TP PKK Malut, Hj. Faoniah Jauhar Kasuba, saat membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK, menyampaikan peringatan PKK tidak lagi bersifat seremonial pada tahun-tahun ke depannya melainkan berupa kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di Indonesia dan kembali pada ruhnya yaitu sebagai gerakan masyarakat untuk pemberdayaan keluarga.

” Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat fokus pada potensi dan kebutuhannya yang secara langsung nantinya dapat mengetuk dan menularkan kemampuan pada lingkungan sekitar tempat tinggal kemudian memberi manfaat bagi banyak pihak. Gerakan PKK juga berpotensi memberdayakan masyarakat secara keseluruhan, sehingga sangat beralasan gerakan PKK untuk Indonesia Maju, “jelasnya.

Makna mendasar dari Indonesia maju sebagai visi pemerintah harus didukung sepenuhnya dengan semangat pembaharuan dan gerakan PKK dengan tujuan dapat mengembangkan daya kreasi dan kreativitas kita dalam memberdayakan keluarga dalam arti luas.

Menurutnya, setiap perayaan yang dilakukan dalam memperingati hari Kesatuan Gerak PKK harus mampu menumbuhkan semangat yang menggelora karena TP PKK sebagai mitra kerja dari Pemerintah harus mampu menjadi pelopor dan pembaharuan yang inspiratif.

Pola pendekatan pergerakan peranserta masyarakat yang menjadi ciri khas TP PKK dalam berbagai aspek pembangunan merupakan modal sosial yang besar artinya.
“Pergerakan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam pembangunan adalah prinsip dasar gotong royong yang merupakan warisan budaya Bangsa,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *